Showing posts with label Smandel 83. Show all posts
Showing posts with label Smandel 83. Show all posts

Sunday, October 9, 2011

Sensasi Hadiah


Tenda  besar penonton di acara Smandel Special Sunday terlihat sepi karena penonton lebih suka mangkal di stand angkatan masing-masing, dan boleh jadi karena sudah banyak yang pulang gara-gara nggak tahan kepanasan. Di sayap kanan tenda penonton saja yang masih cukup ramai, dihuni oleh angkatan 81 dan 83, karena kebetulan stand mereka  persis di samping tenda penonton.
Angkatan 83 masih setia menunggu penyerahan trophy angkatan dengan peserta terbanyak. Setelah penyerahan trophy di atas panggung Krisna sang emsi bertanya kepada Dhyta juru bicara paruh waktu angkatan ini.
Smandel 83

“Sekretariat angkatan 83 dimana?”.
“Sekretariatnya pindah-pindah, muter-muter deh pokoknya”.
“Kalau untuk acara ini sekretariatnya dimana?”.
“Di rumah Tia, ya ……. rumah Luci juga … Sekretariatnya 81”.
Pantesan menang! Oke deh buat angkatan 83, kami mengucapkan selamat dari lubuk hati yang paling dalam atas kekompakan kalian, semoga di acara berikutnya jangan hanya jumlah peserta aja yang dibanyakin tapi ……. jajannya juga dong dibanyakin!.
Smandel 88
Setelah itu ada pembagian door price dengan hadiah utama berupa sepeda lipat, GPS, dan handphone, dengan mengantongi 2 tiket aku berharap-harap cemas, biasanya sih aku nggak pernah beruntung di acara begini.
Smandel 60an
Tarikan pertama beberapa bungkusan berisi kaos, Krisna mulai membacakan nomor, “Kosong-kosong-tiga-lapan-lapan”’.
Aku mengeluarkan kupon door price dari dalam dompet, 00384 dan 00388, “Krisna, barusan 388 ya?”, aku nggak yakin Dewi Fortuna Anwar berpihak kepadaku.
“Sebentar ….. tiga-lapan-lapan, ya udah maju ke sini”.
Putaran berikutnya berupa anvelop dan kotak berisi mug, giliran 00384 yang keluar, mantap! Aku pasang 2 nomor, keduanya dapat. Tapi giliran aku kok cuma dapat mug. Waktu kembali teman-teman bertanya, “Amplopnya mana?”.
“Amplop gue diambil Krisna”, sautku enteng.
Smandel 81

Aku menghampiri Didit, istri Krisna, “Dit, nanti sampe rumah elo bagi 2 sama Krisna, amplop gue diambil Krisna”.
Benar-benar istri pelawak, Didit menanggapinya begini, “Men, hadiahnya buruan dibuka, gue jadi penasaran jangan-jangan cangkir-cangkir di rumah dibungkusin Krisana jadi hadiah …… pantesan sering ilang!”.

Sensasi Terang Bulan


Selepas gowes panitia mengadakan Fun Walk, pesertanya lebih banyak dari peserta Fun Bike, sebelum berangkat mereka melakukan yel bersama, sudah pasti nggak sespektakuler kayak yel Fun Bike di terowongan.

Aku nggak ikutan Fun Walk, pertama karena rutenya sudah aku lewati saat bersepeda, yang kedua karena terang bulannya terik banget. Aku menyebut rombongan jalan santai ini, “Rombongan orang-orang yang nggak punya sepeda”, lucunya mereka malah tertawa bukannya sedih dibilang nggak punya sepeda.

Sambil menunggu rombongan nggak punya sepeda kembali aku menjelajahi arena bazar yang didominasi dengan stand makanan dan minuman yang enak-enak semua, aku hanya lihat-lihat, jajannya nanti aja kalau sudah lapar atau ada yang ngejajanin.

Rombongan yang ngak punya sepeda kembali dengan anak-anak kecil membawa bola-bola plastik kecil berhadiah, aku nggak mendekat untuk mencari tahu, panas bok!
Smandel 85
Teriknya terang bulan memaksa kami berlabuh di bawah bayangan tenda atau pepohonan, kebanyakan kawan-kawan angkatan berlabuh di stand angkatan masing-masing, 82 dekat pintu masuk dengan soto mie, bergeser searah jarum jam angkatan 86 dengan aneka kue, Qifty salah satu penjualnya. 84 di tenda makan, band the Habib di pinggir panggung, 80 di saung sambil jualan kue, ASBC dengan 2 piala prestasi Enny 81, ke kanan dikit angkatan 77, berikutnya 85 dan 83. Paling beruntung angkatan 81 yang mendapat 2 stand persis di samping tenda besar penonton, Ika jualan bakso, Uni jualan asinan dan es mambo.
Smandel 79
Cuaca panas membuatku nggak berselera makan, aku menolak makan nasi panitia bareng Riry ’83, mungkin karena aku terlalu banyak minum, botol keempat air mineral kemasan 600 ml aku dapat dari Edoy ’83 di meja panitia yang aku tengak habis dalam perjalanan pulang, artinya aku mengkonsumsi 2.400 ml air ditambah 3 buah es mambo di acara Smandel Special Sunday ini.

Aku nggak bisa menolak tawaran Yeyen ’83 rujak buah yang segar banget dan semangkuk kecil bakso bawaan angkatan 83, lezatnya!.
“Jeruknya kok nggak disebutin?”.
“Oh, iya tambah jeruk satu, untung diingetin”.
Smandel 87

Pantatku mulai berasa tepos gara-gara gowes ditambah kulit muka dan tangan menjadi merah seperti udang rebus, penyebab kulitku gosong ini aku menyalahkan panitia sepenuhnya, “Emang panitia nggak bisa nyewa matahari yang agak kecilan”.