Showing posts with label Smandel 77. Show all posts
Showing posts with label Smandel 77. Show all posts

Sunday, October 9, 2011

Sensasi Model


Masih dalam acara Smandel Special Sunday keponakanku Rama menghampiri tempat dudukku, “Om, aku tadi motret-motret di taman dapet model, ini om kalau mau lihat”, katanya sambil jempolnya memainkan tombol navigasi kamera 50D miliknya, aku memperhatikan layar LCD kameranya, bagus juga hasilnya.
Rama melanjutkan, “Anaknya alumni om, alumninya kenal sama om”.
Aku dalam hati sedikit GR, siapa sih yang nggak kenal aku.
“Cewek ini namanya Anisa om, Anisa James, dia juga kenal sama om”.
Aku makin GR aja, bayangkan anak alumni aja kenal aku, hebat nggak?.
“Katanya pernah ngikut mobil om, terus dianterin om sampai rumahnya”.
Waduh! Mulai kacau seorang perempuan muda mengaku pernah semobil denganku bahkan aku antar sampai rumahnya, jangan menuduhku yang nggak-nggak dulu ya! Pasti ada penjelasannya.


Sampai di rumah aku mulai bermain fesbuk siapa tahu foto SSS sudah mulai diunggah kawan-kawan sambil mencari profil Anisa James, dapat. Rupanya anaknya Jati ’82, oalah Jati kok bisa jadi James.

Memang aku pernah mengantar Anisa dan ibunya pulang ke rumahnya di bilangan Ciawi selepas Family Camp 2011, itu juga bareng Jati, eh James.
Foto koleksi Anisa James

Kalau membandingkan Anisa dengan Jati terlihat adanya mutasi genetik alias perbaikan keturunan, selamat ya Jati.

Rama aku ajak ke SSS untuk ikutan lomba photography, karena dia punya hobby jeprat-jepret, yang menjadi sasaran bidikannya emak-emak cantik angkatan 87, emak-emak itu mau aja disuruh lompat lah, nyengir lah.

Sewaktu mau mengumpulkan hasil bidikannya Rama bertanya, “Om, yang dimasukin yang mana ya? Angkatan 87 apa 81? Cuma boleh satu”.
“Aku nggak bisa jawab, takut salah”, padahal aku berharap yang dimasukan angkatan 81 lebih keren sih! Ya kan?
Rupanya bisa diterima oleh panitia dua-duanya, karena memang keren dan keduanya termasuk 16 finalis, sayangnya dia nggak mendapatkan hadiah juara. Jawaranya Raina '77, Toro '80 dan Pras '85.

Sebelumnya sebagai paman yang baik, aku menguatkan metalnya apabila hal itu terjadi.
“Rama, ikut lomba ini yang penting untuk pengalaman kamu, menang kalah nomor 2”.
“Iya, om”.

Anak muda zaman sekarang kurang kritis, berbeda dengan zaman kami SMA dulu. Kalau dia kritis seharusnya dia bertanya, “Menang kalah nomor 2, kalau gitu nomor 1nya apa dong om?”.
Sebagai the best uncle, aku sudah mempersiapkan jawabannya.
“Nah, nomor 1nya, kalau kamu menang jangan lupa hadiahnya kita bagi 2”.




om, ni aq Nisa, anaknya Pak Jati..
James itu singkatan..
J:Jati
A:Anisa
M:Mufti
E:Empi
S:Sekeluarga

Knp ga minta sm Rama aja foto2nya? kn dy save byk foto2 aq.
aq punya sedikit yg pas SSS. Aq krm yg lain jg y.. hehe..

Sensasi Hadiah


Tenda  besar penonton di acara Smandel Special Sunday terlihat sepi karena penonton lebih suka mangkal di stand angkatan masing-masing, dan boleh jadi karena sudah banyak yang pulang gara-gara nggak tahan kepanasan. Di sayap kanan tenda penonton saja yang masih cukup ramai, dihuni oleh angkatan 81 dan 83, karena kebetulan stand mereka  persis di samping tenda penonton.
Angkatan 83 masih setia menunggu penyerahan trophy angkatan dengan peserta terbanyak. Setelah penyerahan trophy di atas panggung Krisna sang emsi bertanya kepada Dhyta juru bicara paruh waktu angkatan ini.
Smandel 83

“Sekretariat angkatan 83 dimana?”.
“Sekretariatnya pindah-pindah, muter-muter deh pokoknya”.
“Kalau untuk acara ini sekretariatnya dimana?”.
“Di rumah Tia, ya ……. rumah Luci juga … Sekretariatnya 81”.
Pantesan menang! Oke deh buat angkatan 83, kami mengucapkan selamat dari lubuk hati yang paling dalam atas kekompakan kalian, semoga di acara berikutnya jangan hanya jumlah peserta aja yang dibanyakin tapi ……. jajannya juga dong dibanyakin!.
Smandel 88
Setelah itu ada pembagian door price dengan hadiah utama berupa sepeda lipat, GPS, dan handphone, dengan mengantongi 2 tiket aku berharap-harap cemas, biasanya sih aku nggak pernah beruntung di acara begini.
Smandel 60an
Tarikan pertama beberapa bungkusan berisi kaos, Krisna mulai membacakan nomor, “Kosong-kosong-tiga-lapan-lapan”’.
Aku mengeluarkan kupon door price dari dalam dompet, 00384 dan 00388, “Krisna, barusan 388 ya?”, aku nggak yakin Dewi Fortuna Anwar berpihak kepadaku.
“Sebentar ….. tiga-lapan-lapan, ya udah maju ke sini”.
Putaran berikutnya berupa anvelop dan kotak berisi mug, giliran 00384 yang keluar, mantap! Aku pasang 2 nomor, keduanya dapat. Tapi giliran aku kok cuma dapat mug. Waktu kembali teman-teman bertanya, “Amplopnya mana?”.
“Amplop gue diambil Krisna”, sautku enteng.
Smandel 81

Aku menghampiri Didit, istri Krisna, “Dit, nanti sampe rumah elo bagi 2 sama Krisna, amplop gue diambil Krisna”.
Benar-benar istri pelawak, Didit menanggapinya begini, “Men, hadiahnya buruan dibuka, gue jadi penasaran jangan-jangan cangkir-cangkir di rumah dibungkusin Krisana jadi hadiah …… pantesan sering ilang!”.

Sensasi Gowes


Aku buru-buru mencari tempat di depan setelah diumumkan bahwa Fun Bike segera dimulai, bendera start dikibarkan setelah yel Smandel Jaya, kurang kompak!.

Aku mulai menggowes sepeda dibelakang voreder dari Ancol dengan pluit dan berkaos bertuliskan Ancol Commuter, sesekali si voreder menjelas arena yang kami lewati, kandang rusa, pelican dan seterusnya. Dia bilang kalau kita beruntung bisa menyaksikan pemandangan luar biasa ketika si pelican memangsa ikan. Aku bilang kalau hal itu biasa aja yang luar biasa kalau si ikan menyantap si pelican.

Keluar Eco Park kami menuju Putri Duyung, menelusuri pantai, melewati makam Belanda, melewati terowongan mall yang tengah dibangun, berhenti sejenak di ujung timur pantai Ancol, selanjutnya kembali ke Eco Park melewati gong besar, lumayan jarak keseluruhan lebih dari 8 kilometer.

Nggak rugi mengikuti acara gowes bareng walau harus berbanjir peluh sampai-sampai aku nggak berani menempelkan pipiku ke pipi Rian, “Sori, becek!”. Rianpun menjawab, “Bukan becek lagi, ini mah becek banget!”.

Karena baru pertama kali alumni Smandel mengadakan gowes rasanya seru banget, sayang banget kalau kamu nggak ikutan. Kami dikawal 7 orang yang badannya gede-gede dan gede banget, diantaranya Nunuk, Maulana dan Ian, yang akan membantu kalau ban sepeda kempes atau sepeda kita mogok.
Kepala Sekolah Smandel berkrudung putih di tengah

Paling seru ketika kami melewati terowongan mall yang belum jadi, voreder melambatkan sepeda agar kami bisa bersama-sama melewati terowongan, sang voreder meminta kami membunyikan bel, aku tambahkan kalau nanti aku teriak “Smandel” yang lain harus teriak “Yahut!”.

Sekarang kami di terwongan, bel berbunyi nyaring ditambah dengan yel “Smandel ....... YAHUUUTTTTTTT!”, delapan kali, suara gemanya keras dan berulang-ulang, “Yahut ....hut .... hut .... hut....”, mantap banget. Benar-benar sensasional. Sayang banget kalau kamu ngak ikutan.
Pak Arfis duduk bersama Smandel 77

Kamu nggak usah sedih, kamu bisa kok mencobanya dengan angkatan atau komunitas kamu mumpung mallnya belum jadi. Tapi kalau menurut aku paling seru kalau kamu mencoba bersama komunitas kamu di terowongan Mina saat musim haji, kamu bakalan mendapatkan sensasi yang luar biasa berupa digebukin jemaah negara lain, lagian di tanah suci teriak-teriak bukan ibadah dibanyakin.